Ticker

6/recent/ticker-posts

7 Tanda Bahaya Kehamilan Yang Patut Diwaspadai Ibu Hamil

Tanda bahaya kehamilan amat dan sangat wajib diketahui bagi para wanita yang sedang mengandung agar segera dapat ditangani sehingga tidak berakibat fatal. Tanda kehamilan terbagi menjadi dua yakni tanda wajar dan juga tak wajar, keduanya akan terjadi pada masa kehamilan.
7 Tanda Bahaya Kehamilan Yang Patut Diwaspadai Ibu Hamil
Umumnya, tanda kehamilan yang wajar pada wanita yakni timbul rasa mual, sakit dan juga nyeri, akan tetapi perlu menjadi perhatian jika terdapat tanda bahaya kehamilan sehingga membahayakan janin serta sang ibu. Bagi Anda yang mulai merasakan tanda bahaya kehamilan maka sangat disarankan agar segera memeriksakan kondisinya ke dokter spesialis kandungan ataupun bidan.

Selama mengandung Anda pun perlu melakukan pemeriksaan rutin terkait janin yang ada di dalam perut guna menjaganya agar tetap sehat hingga pada saatnya dilahirkan di dunia. Pemeriksaan rutin juga mampu membuat Anda lebih bertindak cepat apabila terjadi tanda bahaya kehamilan sehingga dapat diberikan penanganan secepatnya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah tanda bahaya kehamilan yang wajib diketahui guna membuat ibu hamil semakin waspada.

Demam Tinggi

Demam tinggi merupakan tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai. Diketahui ibu hamil mudah sekali terserang pilek dan juga flu yang menyebabkan tubuh menjadi demam. Apabila demam terjadi di atas suhu 38 derajat celcius maka ini menjadi tanda bahaya kehamilan.

Sebab, ini juga dapat dijadikan tanda infeksi yang berakibat atal terhadap janin dalam kandungan sang ibu. Adanya demam tinggi disertai kemerahan dan nyeri sendi di seluruh tubuh dapat menjadi tanda bahwa ibu hamil sedang terinfeksi toksoplasma, CMV dan parvovirus.

Sakit Kepala Dalam Jangka Panjang

Tanda bahaya kehamilan selanjutnya adalah sakit kepala yang dirasakan dalam jangka waktu panjang atau sakit kepala berkepanjangan yang dapat berpengaruh pada gangguan penglihatan serta pembengkakan. Diketahui, gejala ini umumnya akan terjadi pada trimester ketiga di masa kehamilan dan mampu mengarah pada preeklamsia.

Preeklamsia sendiri adalah sebuah sindrom dengan tanda tekanan darah tinggi, menaiknya kadar protein pada urin, serta adanya pembengkakan yang terjadi pada tungkai. Jika bertambah parah, maka preeklamsia mampu menyebabkan eklampsia sehingga berujung pada kematian.

Mual dan Muntah Berlebihan

Mual berat dan juga muntah secara berlebihan juga merupakan tanda bahaya kehamilan yang harus diwaspadai, memang ini merupakan suatu hal yang wajar namun jika tidak terjadi secara berlebihan. Mual berat akan memungkinkan ibu hamil tidak dapat mengonsumsi apa-apa, yang menyebabkan bayi dan juga sang ibu akan mengalami kekurangan gizi dan mengalami dehidrasi, ini disebut hiperemesis gravidarum.

Jika muntah disertai dengan demam dan nyeri di punggung bawah atau sekitar alat kelamin maka terjadi infeksi ginjal. Kemudian jika muntah disertai diare bisa jadi mengalami keracunan makanan. Selain itu jika muntah mengalami nyeri di bawah tulang rusuk, serta pembengkakan wajah, tangan atau kaki maka ini merupakan tanda preeklamsia.

Bengkak pada Salah Satu Kaki

Kondisi bengkak pada salah satu kaki yang dialami oleh ibu hamil disebabkan karena terjadinya gejala pembekuan darah. Nah ini merupakan tanda bahaya kehamilan yang sebenarnya juga harus menjadi perhatian dan diwaspadai.

Karena kondisi pembekuan darah dapat berjalan ke paru-paru yang mampu menyebabkan kematian pada nantinya. Meskipun kasus ini jarang terjadi pada ibu hamil, namun Anda tetap harus mengetahuinya agar dapat selalu waspada.

Keputihan dan Gatal di Area Vagina

Bagi seseorang yang sedang mengandung, keputihan merupakan sesuatu yang normal apabila terjadi, namun jika keputihan tersebut disertai dengan rasa gatal pada vagina, warna cairan menjadi berwarna hijau atau cokelat dan berbau menyengat, Anda perlu waspada. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahaya kehamilan. Yakni timbulnya infeksi yang dapat membahayakan kondisi kesehatan janin dalam kandungan Anda.

Nyeri Saat Kencing

Nyeri saat sedang berkemih atau kencing juga menjadi tanda bahaya kehamilan selanjutnya. Apabila Anda mengalami kondisi tersebut bisa menjadi dan juga mengarah kepada infeksi kandung kemih. Sangat disarankan untuk segera menghubungi dokter guna segera mendapatkan penanganan. Jika tak segera ditangani maka akan memungkinkan serta memicu terjadinya sebuah kelahiran secara prematur.

Ketuban Pecah Dini

Normalnya, ibu hamil akan mengalami kantong ketuban pecah saat sudah dilakukan pembukaan lengkap dalam proses persalinan tiba. Akan tetapi, jika ketuban ini pecah lebih awal sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu lamanya, atau sebelum pembukaan mulit rahim selebar 4 cm dan juga belum ada tanda persalinan, maka kondisi ini tergolong ketuban pecah dini. Tanda bahaya kehamilan ketuban pecah dini ini akan memungkinkan bayi dilahirkan secara prematur, sindrom pernapasan, infeksi darah bahkan kematian.

Itu tadi adalah 7 tanda bahaya kehamilan yang sudah dirangkum dari berbagai sumber oleh Merdeka.com. Semoga dengan adanya informasi di atas dapat membantu para wanita khususnya ibu hamil untuk selalu menjaga dan selalu waspada terhadap janin yang dikandung.

Posting Komentar

0 Komentar