Minecraft, memulai kehidupannya dengan sederhana sebagai proyek indie dari Markus “Notch” Persson. Minecraft yang juga menawarkan gameplay tak terbatas, membuka jalan bagi era baru dari genre open-world sekaligus membantu bangkitnya industri game indie secara keseluruhan.

Karena popularitasnya yang tidak terbendung, maka tak heran jika setelah Minecraft, muncul Minecraft-minecraft lain yang mungkin terlihat mencontoh konsep dasarnya, namun tetap membawa sejumlah hal berbeda yang menarik. Berikut daftarnya:

1. Craft The World

Craft The World bisa dibilang merupakan salah satu momen di Minecraft yaitu “membangun benteng untuk menghindari musuh di malam hari” yang disempurnakan, dengan beberapa elemen tower defense. Game buatan Dekovir ini dideskripsikan sebagai perpaduan dari Dungeon Keeper, Terraria dan Dwarf Fortress, namun dengan nuansa Minecraft di segi fleksibilitas membangun bangunan dan bertahan hidup. Craft The World menawarkan segudang gameplay menyenangkan di mana pemain dapat memerintahkan sekelompok kurcaci untuk mengatasi hal-hal yang tidak beres di malam hari.

2. Eco

Eco merupakan game sosial menarik yang memiliki premis kolaboratif dan segudang kegiatan yang bisa dilakukan di dunia digitalnya yang luas. Eco agak mirip dengan Minecraft, namun dengan ekstra The Sims, di mana pemain dapat berinteraksi dengan pemain lain, mengelola karakter dan melakukan kegiatan sehari-hari.

Inti dari Eco adalah mengembangkan sebuah masyarakat untuk mempersiapkan diri dari serangan meteor yang tidak terhindarkan. Berbeda dengan Craft The World, Eco membawa gaya visual 3D namun tidak “kotak-kotak” seperti Minecraft.

3. Stardew Valley

Sama seperti Eco, gameplay Stardew Valley bersifat dinamis serta terbuka, dan menekannya elemen sosial yang mendorong kolaborasi dengan karakter atau pemain lain. Namun, jika Eco mengusung gaya visual 3D, Stardew Valley memilih gaya visual 2D yang lebih kalem dan santai. Apa yang membuat Stardew Valley sama dengan Minecraft ada di kemunculannya yang sederhana, namun secara tidak terduga meledak dan jadi populer di mana-mana. Stardew Valley sendiri menggabungkan mekanisme bercocok tanam ala Harvest Moon dengan sejumlah elemen RPG tradisional.

4. LEGO Worlds

Kesamaan LEGO Worlds dengan Minecraft tidak hanya sebatas di kemampuan memanipulasi dunia atau lingkungannya saja, namun juga fleksibilitas untuk ambil bagian dalam banyak kegiatan di atasnya. Baik penggemar LEGO atau bukan, sulit untuk tidak tertarik dengan LEGO Worlds, terlebih dengan gameplay-nya yang tidak terbatas dan adiktif. Selain penekanan di sisi membangun bangunan seperti Minecraft, pada LEGO Worlds pemain juga bisa menghancurkan bangunan untuk menikmati keindahan physics-nya atau menjelajahi dungeon atau area bawah tanah yang penuh tanda tanya.

5. Starbound

Game epik dari Chucklefish ini, bersama Terraria dan Minecraft, menjadi salah satu game open-world sandbox terluas yang pernah ada. Starbound menggunakan sistem yang serupa dengan game sejenis di mana dunia yang ada dibuat secara prosedural dan pemain memulai segalanya dari nol.

Selain itu, Starbound juga terasa seperti Star Trek karena pemain dibekali dengan kapal luar angkasa yang dapat digunakan untuk mengunjungi planet menarik lain. Plus, Starbound juga dilengkapi dengan narasi dan misi yang digarap dengan baik dan sederhana.

6. Dragon Quest Builders 2

Pada tahun 2016, Square Enix merilis game spin-off dari franchise Dragon Quest dengan gameplay ala Minecraft berjudul Dragon Quest Builders. Square Enix mengombinasikan kualitas terbaik dari kedua game, sembari menyuntikkan beberapa elemen simulasi manajemen.

Pada tahun 2019, sekuelnya yaitu Dragon Quest Builders 2 dirilis. Secara gameplay tidak jauh berbeda, hanya saja ada penambahan seperti konten yang lebih padat, area yang lebih luas dan fitur multiplayer. Di samping itu, sekuelnya juga kini memungkinkan pemain untuk mengeksplorasi bawah laut.

7. Terraria

Terakhir adalah game yang sering disinggung di poin-poin sebelumnya selain Minecraft yaitu Terraria. Ini mungkin menjadi game yang paling mampu memberikan pengalaman gameplay seperti Minecraft, namun pada dunia yang dibalut dalam gaya visual retro 2D.

Unsur petualangan yang dimiliki oleh game ini sangatlah kuat dan adiktif. Pemain juga memiliki serangkaian misi untuk diselesaikan, area untuk dijelajahi dan dijarah, serta musuh untuk dikalahkan. Meski dirilis pada tahun 2011, Terraria nyatanya masih se-epik dan semenakjubkan ketika pertama kali diluncurkan.

Demikian tadi ulasan sekaligus rekomendasi game yang patut dimainkan untuk kamu yang menyukai Minecraft. Jika kamu sudah bosan dengan Minecraft, tidak ada salahnya untuk mencoba game serupa di atas. Selamat bermain!